Masakan Padang Tetap Sehat, Ini Temuan Ahli Gizi

Aneka bumbu alami yang digunakan masakan padang. (Foto: JurnalisTravel.com)

ANDA penggemar masakan Padang? Rendang dan bermacam gulai yang menggugah selera itu? Jangan cemas, masakan Padang atau tepatnya masakan Minang yang bersantan itu ternyata tetap sehat. Ini berdasarkan penelitian Profesor Nur Indrawaty Lipoeto, guru besar Ilmu Gizi di bagian gizi Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas, Padang.

Kekuatan masakan Minang, katanya, karena banyak menggunakan bumbu. Mungkin dulu karena orang Minang suka merantau, harus membuat makanan yang tahan lama dan bumbu-bumbu tersebut membuat makanan menjadi lebih tahan lama.

Seperti rendang, itu bisa bertahan berbulan-bulan. Digunakan untuk perjalanan jauh sebagai bekal.

Dalam masakan Minang, santan dipadu dengan bumbu-bumbu. Bumbu yang biasa dipakai adalah jahe, lengkuas, kunyit, dan daun-daunan seperti daun kunyit, daun salam, daun jeruk, daun ruku-ruku, serai, daun salam, bawang merah, dan bawang putih. Juga rempah-rempah seperti cengkeh, merica, ketumbar, pala, kayu manis, jintan, adas manis, dan garda mungu.

Ternyata semua bumbu pada masakan Minang ini penyumbuang anti oksidan, terutama jahe, lengkuas, kunyit, dan daun-daunan, serai, bawang.yang membuat masakan lebih bertahan lama atau tidak gampang basi. Karena itu, di restoran Padang kenapa makanannya bisa bertahan lama, karena bumbunya tadi, mereka cuma masak satu kali saja, dari pagi dan itu sampai malam masakannya masih bisa dimakan.

Gulai usus sapi di nasi kapau, salah satu masakan padang yang disukai banyak orang. (Foto: JurnalisTravel.com)

Perpaduan santan dan bumbu itu juga membuat masakan Minang menjadi lezat. Buktinya masakan Minang disukai di seluruh Indonesia. Kekuatan masakan Minang itu, karena orang Minang bisa mengolah bumbu dan berani memberi bumbu yang lebih banyak.

Pemakaian bumbu yang banyak membuat makanan ini berpenampilan atraktif dengan warna-warna mencolok seperti kuning, merah, hitam dan hijau serta aromanya yang merangsang indra.

Hampir di seluruh daerah di Indonesia punya masakan bersantan seperti di Aceh, Sumatera Utara, dan Jawa. Cuma kelebihan orang Minang bisa mengolah bumbu dan berani memberi bumbu yang banyak dibanding daerah lain.

Nur Indrawaty Lipoeto pernah melakukan penelitian pada orang Minang yang sakit jantung dengan orang Minang yang tidak sakit jantung pada 1999-2000. Mereka makan santan yang sama dan lemak yang sama.

“Ternyata yang membuat mereka sakit jantung itu bukan makanan bersantan, tetapi karena tidak suka makan sayur, tidak suka buah, merokok, dan faktor resiko yang lain,” katanya.

Nah, jangan ragukan lagi masakan Minang. Kalau ingin tetap sehat makan secukupnya, dan masakan bersantan itu harus dimakan hari itu juga, tidak usah disimpan lama.

“Masakan Minang kelemahannya adalah terlalu banyak garam, itu dikurangi, dan perbanyak sayurannya,” ujarnya. (Febrianti/ JurnalisTravel.com)

CATATAN: Tulisan dan foto-foto (berlogo) ini adalah milik JurnalisTravel.com. Dilarang menyalin-tempel di situs lainnya atau keperluan publikasi cetak tanpa izin. Jika berminat bisa menghubungi jurnalistravel@gmail.com. Terima kasih atas bantuan Anda jika membagikan tautan.(REDAKSI)