3 Negara di Kalimantan Akan Telusuri Sungai Terpanjang di Indonesia

Sebuah kapal bandong di Sungai Kapuas, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Kapal jenis ini yang akan digunakan ekspedisi “Danau Sentarum-Kapuas River Cruise Adventure” akhir Januari 2017. (Foto: Endi Jenggoet untuk JurnalisTravel.com)

DIPERKIRAKAN 100 orang dari Malaysia, Brunei, dan Indonesia, tiga negara yang mendiami Pulau Kalimantan, akan ambil bagian dalam acara ekspedisi pelayaran Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia.

Ekspedisi pertama kali dalam sejarah Sungai Kapuas sepanjang 1.143 kilometer  ini diberi nama “Danau Sentarum-Kapuas River Cruise Adventure”. Diadakan selama lima hari enam malam, 27 Januari hingga 1 Februari 2017.

Ekspedisi digelar Komunitas Pencinta Alam dan Budaya di Kalimantan Barat. Koordinator penyelenggara, Sutomo Manna mengatakan, pelayaran akan dilakukan dengan “Kapal Bandong” berkapasitas 200 ton, kapal penumpang khas Kalimantan dan akan melewati enam kabupaten.

“Sepanjang jalur kami telah siapkan titik-titik persinggahan di desa-desa yang memiliki kekhasan historis, budaya, dan kuliner yang bisa dinikmati peserta,” kata Sutomo dalam jumpa pers di Pontianak, Rabu, 11 Januari 2017.

Ia mengatakan telah memiliki 60 peserta yang mendaftar dan tinggal menerima 40 lainnya untuk mencukupi kuota 100 orang. Peserta yang sudah mendaftar semuanya dari Malaysia dan Brunai. Mereka membayar RM 1,400. Sedangkan peserta lokal atau Indonesia akan dikenai Rp2 juta per orang.

Pelayaran akan dimulai dari Lubok Antu, suatu kawasan Sarawak, Malaysia Timur yang berbatasan darat dengan Nanga Badau di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Kemudian dilanjutkan ke Danau Sentarum, dan berikutnya menyusuri Sungai Kapuas hingga tiba di ibu kota Kalimantan Barat, Pontianak bersamaan dengan perayaan Imlek.

“Kapal bandong” pada zaman dulu transportasi andalan dari kota ke pedalaman Kalimantan, sebelum akses transportasi darat memadai seperti sekarang. Kapal ini dari kayu yang didesain sedemikian rupa menyerupai rumah, dilengkapi dengan mesin diesel sebagai tenaga pendorong.

Kepala Dinas Kepemudaan, Pariwisata, dan Olahraga Provinsi Kalimantan Barat Kartius mengatakan, sambil berlayar, wisatawan bisa menikmati sisa-sisa alam yang masih ada, kehidupan tradisional di pinggiran sungai, dan sejumlah satwa langka seperti ikan arwana dan orangutan. (Syof/Endie Djenggoet untuk JurnalisTravel.com)