Kisah Kopi Londo di Nagari Sirukam

Oleh: Indriani Rahmatul Afizah

Nagari Sirukam merupakan salah satu nagari (desa) yang terletak di Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Siapa sangka nagari ini mempunyai kisah tentang peninggalan era Kolonial Belanda yang sampai sekarang masih dimanfaatkan oleh masyarakat nagarinya.

Apa itu? Ya, Kopi Londo. Kopi Londo adalah kopi yang ditanam pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda. “Londo” artinya “Belanda”, jadi “Kopi Londo” artinya “Kopi Belanda”. Kopi ini memang terkait dengan Kolonial Belanda, karena masuknya kopi ke nagari ini tidak dapat dipisahkan dari kebijakan tanam paksa pada era Kolonial Belanda pada abad ke-19.

Tanam paksa kopi diberlakukan sejak 1847 melalui surat keputusan Gubernur Sumatra’s Westkust Andreas Victor Michiels tertanggal 1 November 1847. Surat keputusan itu memerintahkan setiap keluarga yang memiliki tanah dan iklim yang cocok untuk tanaman kopi diwajibkan menanam kopi sebanyak 150 batang.

BACA JUGA: Perhutanan Sosial Sungai Buluh, Layu Sebelum Berkembang

Walaupun kekuasaan Kolonial Belanda sudah lama berakhir di Sirukam, tetapi jejak Kopi Londo masih ada hingga saat ini. Di hutan Sirukam masih dapat dijumpai puluhan hektare Kopi Londo yang dibuka pada masa Kolonial Belanda itu. Kopi Londo dapat dilihat di perkebunan masyarakat dan di sepanjang aliran Sungai Aka Batang Tabak, Batang Laweh, sampai ke Kapalo Banda. Karena ditanam pada era Kolonial sudah tentu pohon-pohon kopi ini diperkirakan berusia lebih seratus tahun.

Hingga kini pohon kopi tua itu tetap dimanfaatkan oleh masyarakat Nagari Sirukam. Namun pohonnya tak begitu produktif karena sudah tua. Satu batang pohon Kopi Londo ada yang tingginya mencapai 6 hingga 8 meter. Dalam setahun kopi ini bisa panen dua kali. Masyarakat memanennya dengan cara “barakuak”, yaitu menebang sebelah pohonnya. Ini dilakukan karena pohonnya terlalu tinggi dan besar untuk langsung dipetik buahnya.

Kopi Londo memiliki cita rasa yang unik. Rasanya tidak terlalu kuat sehingga cocok untuk penikmat kopi yang memiliki persoalan pada lambung dan ginjal.

BACA JUGA: Menyesap Kopi Minang Solok di Konco Coffee

Kopi Londo juga dikelola oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Kopi. Kelompok ini berada di bawah pendampingan Lembaga Pengelolaan Hutan Nagari (LPHN) Sirukam. Kelompok ini kini menggandeng masyarakat agar lahan yang kritis dapat ditanami kopi robusta baru untuk peremajaan Kopi Londo yang sudah tua dan kurang . Tentu saja tujuan penanaman kopi baru ini agar dapat membantu perekonomian masyarakat nagari.

Lampiran Gambar
Kopi robusta untuk peremajaan kopi di Nagari Sirukam. (Foto: Indriani Rahmatul Afizah)

Ketua LPHN Sirukam Medison mengatakan sisa Kopi Londo dan penanaman kopi baru untuk peremajaan kopi tua tersebut sangat berpotensi membantu perekonomian masyarakat dan membantu menyelamatkan lahan-lahan yang kritis di Nagari Sirukam.

“Orang Belanda datang jauh-jauh ke sini pergi menanam kopi, kenapa kita tidak?” katanya.

Sekarang sudah ada ribuan bibit kopi robusta yang diberikan kepada warga untuk ditanam kembali sebagai penyambung sejarah Kopi Londo. (Indriani Rahmatul Afizah)

)* Indriani Rahmatul Afizah, jurnalis warga Perhutanan Sosial dari Nagari Sirukam, Kabupaten Solok adalah peserta Pelatihan Jurnalisme Warga KKI Warsi di UNP Hotel & Convention Center, Padang, 26-29 Mei 2023.

Dapatkan update terkini Jurnalistravel.com melalui Google News.

Baca Juga

Banjir
Banjir Lebih Sebulan Melanda Dataran Tinggi Kerinci
krisis air
Krisis Air di Empat Pulau Mentawai, Kenapa Bisa Terjadi?
Nelayan Sinakak Mentawai Tak Lagi Melaut di Bulan Juni
Nelayan Sinakak Mentawai Tak Lagi Melaut di Bulan Juni
KKI Warsi Latih 20 Pemuda Nagari Menjadi Jurnalis Warga
KKI Warsi Latih 20 Pemuda Nagari Menjadi Jurnalis Warga
Terancam Punah, Unand-Swara Owa Survei 6 Primata Endemik Mentawai
Terancam Punah, Unand-Swara Owa Survei 6 Primata Endemik Mentawai
sampah
Terkendala Lahan, Warga Buang Sampah di Pinggir Jalan Lintas Nasional